Avata Image Dewi Padmisari S, SP., M. Sc Widyaiswara Ahli Madya Hidroponik, Pascapanen Sayuran, Pemasaran Sayuran Belum ada penilaian

arif udin

selamat paagi ibu. saya arif dari Lamongan awa timur. ijin konsulatasi terkait produk saya sayur ale ketika sudah masuk dalam kemasan cepat sekali mengalami penurunan kualitas, yaitu warna, bau, dan bentuk. mohon arahannya ibu. Terimakasih
Selamat pagi, siang, sore dan malam Arif.. Terima kasih telah menghubungi WA center BBPP Lembang. Ada beberapa hal yang perlu saya konfirmasi ya 1. Apakah sayur ale ini maksudnya kale?Kami asumsikan kale ya.. 2. Kemasan yang digunakan seperti apa? apakah kemasaran packing kecil untuk supermarket dengan plastik dan alas tray? atau kemasan besar?. Untuk sayuran apalagi sayuran daun memang rentan sekali rusak, perlu ada perlakuan pasca panen yang tepat, misalnya jika menggunakan plastik kemasan ukuran agak besar/panjang (untuk kale) harus dilubangi kemasan plastiknya. Saya belum pernah menangani kale tetapi kale sepertinya termasuk kedalam jenis sayuran yang memiliki respirasi tinggi seperti sawi, bayam, atau selada, jadi sangat memerlukan sistem kemasan yang mampu mengatur kelembaban dan pertukaran gas, misalnya melalui Modified Atmosphere Packaging - MAP, agar kesegaran dapat dipertahankan lebih lama. Silahkan browsing agar lebih tau banyak soal MAP, dan coba lakukan penelitian sederhana untuk banyaknya lubang pada plastik kemasan. Semoga bermanfaat ya Arif, terima kasih
Sayur ale ini berbeda dengan kale. Kalau sayur ale ini mungkin sejenis dengan kecambah tauge, hanya saja bibit, bentuk, dan cara budidayanyaa berbeda
Sudah melakukan uji coba dengan beberapa metode pengemasan, dan permasalahannya sama 1. Perubahan warna 2. Berlendir 3. Kualitas menurun Perubahan yg paling cepat terjadi yaitu Perubahan warna dari kuning menjadi hijau layu
Adakah saran dimana saya bisa melakukan pengujian di laboratorium untuk memecahkan masalah tersebut 🙏🏻
saya baru mendengar soal sayuran, ale dan sempat browsing sedikit melihat bentuknya, memang betul ya sejenis kecambah. Apakah pernah dicoba dikemas dengan plastik yang di vacuum? untuk menciptakan kondisi tanpa oksigen atau mungkin sebaliknya di kemas dengan air seperti toge untuk menambah umur simpannya/menciptakan kondisi dengan oksigen. Pengujian laboratorium diperlukan untuk apa? jika pengujian di laboratorium biasanya untuk mengetahui kontaminasi yang mungkin terjadi, saran saya ke Balai Besar Pascapanen, browsing alamat dan kontaknya ya
Memang sayur ale ini belum menyebar ke banyak wilayah bapak. Hanya di daerah jatim dan itupun daerah tertentu. Jadinya tidak bisa yaa ibu, kalau saya ke laboratorium untuk memecahkan masalah yg saya alami
Memang sayur ale ini belum menyebar ke banyak wilayah ibu. Hanya di daerah jatim dan itupun daerah tertentu. Jadinya tidak bisa yaa ibu, kalau saya ke laboratorium untuk memecahkan masalah yg saya alami
coba saya tanyakan ke teman saya yang bekerja di laboratorum ya, barangkali mereka bisa memberikan saran
Baik ibu. Terimakasih sebelumnya 🙏
Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, jika ke laboratorium kimia agro hanya melakukan pengujian kandungan kimia di sarana dan produk pertanian, misal kandungan hara atau logam di pupuk, tanah, pangan segar asal tumbuhan, kandungan pestisida dan residu pestisida. Jika terkait fisiologi (mungkin terkait hormon atau enzim) yg menyebabkan perubahan seperti itu bisa ke laboratorium teknologi pangan. Bisa mencoba ke laboratorium yang ada di Fak Pertanian atau Fakultas Teknologi Pangan, yang ada di daerah Jawa Timur, misalnya di UB. Demikian Arif..
Baik ibu. Terimakasih banyak atas informasi yg diberikan 🙏🏻🙏🏻
Terima kasih telah menghubungi Whatssapp Center BBPP Lembang, sesi ini akan kami akhiri
d